You are currently browsing the category archive for the 'IT' category.
Membuat sebuah toko online sebetulnya tidaklah terlalu sulit, saat ini sudah banyak software atau tools yang bisa digunakan. Bahkan hanya dengan sebuah web blog gratisan sebetulnya kita sudah bisa menawarkan barang yang akan dijual, tapi kalau Anda ingin membuat toko online yang lebih bagus dan bisa langsung melakukan transaksi via web kita bisa menggunakan VirtueMart yang merupakan komponen atau plugin Joomla CMS. Dan pastinya kita harus sudah menginstall Joomla CMS sebelum kita mengaktifkan VirtueMart.
Dalam tulisan ini sengaja saya tidak menjelaskan bagaimana cara menggunakan dan setting Joomla CMS, karena saya asumsikan Anda sudah mengenal dan bisa menggunakan CMS ini, jadi pembahasan ini bisa lebih fokus pada penggunaan VirtueMart.
Tapi apabila Anda belum mengenal Joomla CMS saran saya sebaiknya Anda pelajari dan fahami dulu Joomla CMS dengan baik dari buku-buku yang banyak beredar dipasaran atau googling diinternet.
Download dan Install VirtueMart
Untuk mendapatkan file source VirtueMart Anda bisa download di http://dev.virtuemart.net/cb/wiki/1693, saat tulisan ini dibuat versi dari VirtueMart sudah sampai pada 1.0.15.
Ada 2 versi VirtueMart yang bisa kita download, yaitu versi Complete Package dan versi yang sudah mejadi satu dengan Joomla atau biasa disebut Joomla eCommerce Edition. Tapi saya sarankan Anda untuk mendownload yang versi Complete Package karena pada versi yang ini kita bisa memilih modul virtuemart apa saja yang akan kita install pada Joomla CMS.
Setelah proses download VirtueMart Complete Package selesai kita akan mendapatkan file Virtuemart_x.x.x-COMPLETE_PACKAGE.zip, kemudian extract file tersebut dan kita mendapatkan 16 file yaitu:
- com_virtuemart_x.x.x.zip
- mod_product_categories_x.x.x.tar.gz
- mod_productscroller_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_allinone_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_cart_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_featureprod_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_latestprod_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_manufacturers_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_randomprod_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_search_x.x.x.tar.gz
- mod_virtuemart_topten_x.x.x.tar.gz
- mosproductsnap_x.x.x.tar.gz
- virtuemart.searchbot_x.x.x.tar.gz
- installation.pdf
- README.txt
Dari semua file tersebut ada beberapa file yang wajib diinstal dan ada yang optional, yang wajib diinstall pada sistem Joomla kita adalah:
- com_virtuemart_x.x.x.zip (Component): component ini berisi aplikasi inti dari VirtueMart yang fungsinya antarlain menampilkan control panel dari program VirtueMart
- mod_virtuemart_x.x.x.tar.gz (Main VirtueMart Modul): Modul ini akan menampilkan beberapa fitur VirtueMart pada web toko online kita, tapi sayangnya fitur-fitur itu diletakkan pada satu kelompok tanpa bisa dipisah-pisah, tapi tiap fitur bisa diatur mau ditampilkan atau tidak. Sebagai solusi agar kita bisa menampilkan fitur-fitur VirtueMart yang peletakkannya secara terpisah maka kita harus menginstall modul-modul optional yang berdiri sendiri dan bisa kita letakkan sesuai keinginan kita. Penjelasan detailnya bisa Anda ikuti dibagian ke-2 dari tulisan saya ini.
- mosproductsnap_x.x.x.tar.gz (Mambot)
- virtuemart.searchbot_x.x.x.tar.gz (Mambot)
Cara instalasinya seperti biasa, dari Administrator page Joomla pilih menu Installers->Components untuk install modul, Installers->Modules untuk install modul dan Installers->Mambots untuk install mambot.
Apabila keempat file wajib sudah Anda install jangan lupa untuk mempublished modul dan mambot agar bisa diakses pada web toko online Anda, caranya seperti biasa dari Administrator page masuk kemenu Modules->Site Modules, dari list modul yang muncul pilihlah modul VirtueMart yang akan dipublished kemudian kliklah tanda X pada bagian Published, untuk mempublished mambots VirtueMart masuk kemenu Mambots->Site Mambots kemudian lakukan hal yang sama seperti mempublished modul.
Untuk mengaktifkan Component VirtueMart caranya dari menu Components pilih VirtueMart, kemudian akan muncul Wellcome Message Screen lalu kliklah tombol “Install SAMPLE DATA”, proses mengaktifkan component VirtueMart ini bisa juga dilakukan sesaat setelah Anda selesai menginstall file com_virtuemart_x.x.x.zip akan langsung muncul Wellcome Message Screen dan langsung klik tombol “Install SAMPLE DATA”.
Dari hasil instalasi dasar ini sebetulnya Anda sudah bisa melihat tampilan toko online Anda walaupun mungkin dari segi layout masih kasar dan kurang sesuai dengan hati Anda.
Modul-modul optional VirtueMart bisa diinstall kalau memang diperlukan, sebab beberapa dari modul optional itu ada yang sudah masuk menjadi satu dengan modul mod_virtuemart_x.x.x.tar.gz, tapi biasanya nanti untuk keperluan desain dan layout modul-modul optional ini akan dipakai juga. Selengkapnya masalah ini akan kita bahas di tutorial bagian ke-2.
Nah..untuk melakukan setting VirtueMart baik itu Modul maupun Component akan saya jelaskan dibagian ke-2 dari artikel ini, selamat mencoba.
Kalau Anda seorang web developer seperti saya maka setiap kita melakukan test terhadap hasil kerja kita tentunya tidak cukup hanya dengan menggunakan satu macam browser saja. Tentunya ini karena keragaman browser yang digunakan oleh visitor untuk mengakses sebuah website.
Selain itu karakter dari setiap browser kadang tidak sama, ada yang begitu ketat pada aturan penulisan tag HTML ada yang longgar, ada tag yang hanya bisa dibaca oleh browser tertentu dan tidak bisa dikenali oleh yang lain, ada juga browser yang hanya bisa berjalan pada satu operating system tertentu saja. Belum lagi isu-isu keamanan yang melekat pada setiap browser, jadi karena hal-hal yang saya sebut diatas tadi maka mau tidak mau mengharuskan kita untuk melakukan test terhadap website yang telah kita buat sebelum kita onlinekan secara resmi.
Nah jika Anda adalah seorang web developer yang bekerja dilingkungan Linux seperti saya maka kita browser yang bisa kita gunakan cukup banyak, yang pasti kita menggunakan Firefox, selain itu masih ada, Opera, Konqueror, Dillo, Epiphany, Galeon, dll.
Tapi ada satu web browser yang tidak ada dilingkungan Linux, browser ini hanya ada di Windows…yup apa lagi kalo bukan Internet Explorer atau lebih sering disebut IE saja.
Memang banyak yang bilang kalo Firefox sudah bisa melakukan apa yang ada di IE, tapi berdasarkan pengalaman saya masih ada hal-hal kecil yang terjadi ketika sebuah website ditampilkan dengan Firefox dan dengan IE, misalnya pada tampilan waktu website yang saya buat saya buka di Firefox semuanya tampil sesuai dengan keinginan tapi ketika dibuka degnan IE maka tapilannya jadi kacau. Demikian juga sebaliknya waktu dibuka di IE semuanya beres tapi ketika dibuka di Firefox jadi agak kacau.
Tapi untungnya sekarang untuk kita yang bekerja dilingkungan Linux sudah bisa menjalankan IE yang versi Linux, namanya IEs4Linux, mungkin sudah banyak dintara Anda yang tahu, tapi ok deh gak apa-apa mungkin masih banyak juga diantara kita yang belum tahu, terutama untuk pendatang baru di Linux.
Untuk yang belum tahu IEs4Linux bisa download disini
Sebelum kita menginstal IEs4Linux sebelumnya disistem Linux kita sudah harus terinstall wine dan cabextract, setelah itu barulah kita melakukan instalasi IEs4Linux dengan menjalankan perintah berikut ini dicommand line:
wget http://www.tatanka.com.br/ies4linux/downloads/ies4linux-latest.tar.gz
tar zxvf ies4linux-latest.tar.gz
cd ies4linux-*
./ies4linux
Instalasi lengkap sesuai dengan distro Ubuntu, Fedora, Gentoo, Debian, Suse, Mandriva dan PCLinuxOS Anda bisa lihat disini.
Maaf ini bukan promosi…tapi bagaimanapun juga sebaiknya Firefox tetap jadi pilihan utama kita…setuju khan?!
Selama dua tahun saya bergabung di sebuah PMA yang bergerak dibidang garment dan textile. Selama bergabung diperusahaan ini ada pengalaman-pengalaman menarik yang banyak memberi masukkan ilmu pada diri saya, salah satunya yaitu membangun sistem web based ERP (Enterprise Resource Planning) dengan menggunakan PHP.
Sebelum bercerita lebih jauh, saya katakan bahwa tulisan ini bukanlah sebuah referensi teknis tapi hanyalah share pengalaman yang pernah saya temui.
Memang ketika pertama kali mendengar ide tersebut saya sempat berpikir apakah php sudah mampu digunakan membangun aplikasi sekelas ERP, demikian juga ketika saya ceritakan hal ini kebeberapa teman sesama programmer diluar kantor, mereka pada umumnya heran kok bikin ERP pake php, apa gak bikin habis bandwidth, apa gak lambat programnya, apa dengan php bisa bikin interface yang rumit-rumit. Demikian pertanyaan yang saring muncul.
Saya sendiri belum mendapat jawabannya karena programnya memang belum dibuat dan team developer juga masih mempelajari dan menganalisa hal ini.
Akhirnya setelah mempelajari sana-sini maka dipilihlah Mambo CMS yang akan digunakan sebagai pengatur user, hak akses user, menu, dan sistem templatingnya. Sedangkan program utama ERP hanyalah menempel pada Mambo dan bukan dibuat dengan Mambo, jadi modul-modul ERP yang kita buat dengan php nantinya akan dipanggil oleh sistem menu dan ditampilkan oleh sistem template yang ada dimambo.
Karena menggunakan sistem template maka proses pemrogramannya kita menggunakan sistem MVC (Model View Controller), dimana pemrograman dengan cara ini adalah setiap modul dipisah menjadi tiga bagian yaitu bagian Controller yang berfungsi untuk mengontrol semua task yang harus dilakukan sebuah modul, bagian Model merupakan business logic dari modul dan hasilnya akan ditampilkan oleh bagian View.
Database yang digunakan pada aplikasi web based ERP ini ada dua, pertama MySQL yang merupakan database default dari Mambo dimana database ini berfungsi untuk menyimpan data user dan hak aksesnya terhadap setiap modul, data menu dan submenu serta modul yang dipanggil, dan pastinya database ini digunakan untuk menyimpan data modul, component, template, dll milik Mambo itu sendiri.
Database kedua yang digunakan adalah MS SQL dimana database ini kita gunakan untuk menyimpan data transaksi dari program ERP yang kita buat, jadi database yang kedua ini adalah database inti dari progam ERP. Kalau ada pertanyaan kenapa kok pakai MS SQL kok tidak pakai Postgre SQL atau database yang lain, maka jawabannya adalah karena kebetulan dikantor saya saat itu telah memiliki database MS SQL yang berlisensi resmi yang tidak terpakai.
Untuk koneksi databasenya kita menggukan php ADOdb, sebuah progam koneksi database yang cukup lengkap untuk melakukan koneksi kebeberapa jenis database melalui php.
Nah sekarang bagaimana dengan interfacenya, sebab kita semua tahu kalau php adalah bahasa scripting server side, jadi kalau digunakan untuk aplikasi yang butuh pergantian interface dengan cepat pastinya akan sulit untuk dilakukan dan ini juga akan memakan bandwidth jaringan walaupun aplikasi ini hanya digunakan sebagai aplikasi intranet. Selain itu setiap ada perubahan data pada satu interface yang sama browser tidak boleh merefresh tampilan interface, yang boleh direfresh hanya datanya saja. Maka mau tidak mau kita harus menggunakan Ajax dan Javascript untuk mengatasi masalah ini. Untuk mempercantik interface dengan widget yang menarik kita menggunakan mochikit, sebuah paket javascript library.
Bahkan boleh saya bilang dalam mendevelope sistem web based ERP ini kita lebih banyak melakukan javascript scripting dari pada php programming, karena disini php hanya digunakan untuk proses baca dan tulis data kedatabase.
Untuk pembuatan report semuanya dibuat dalam bentuk PDF menggunakan menggunakan class fpdf, class fpdf merupakan sebuah class yang berfungsi untuk mengenerate file pdf, class ini bisa didownload disini.
Baiklah…itu tadi sedikit pengalaman saya ketika tergabung dalam sebuah team developer untuk mengembangkan sistem ERP berbasisi web, sekali lagi saya tekankan bahwa tulisan ini bukanlah referensi teknis tapi hanyalah berbagi pengalaman.
Ternyata pengaruh “virus” Ubuntu nyerang saya juga, setelah beberapa bulan lalu ganti haluan dari OS bikinan perusahaan yang berbasis di Redmond ke OS yg diprakarsai Linus Torvald. Awalnya saya pake distro Xandros tapi setelah saya baca diinternet ternyata distro ini berlicensi dan bahkan sekarang kabarnya mulai mau ngadain kerjasama sama perusahaan yang bikin OS Windows, maka saya cari distro lain yang benar-benar free dan gak ada campur tangan dari MS, maka kemudian pilihan saya jatuh pada distro dengan logo iguana hijau versi 10.2, distro ini cukup bagus tapi sayangnya di notebook saya setiap proses yang dilakukan terasa lambat.
Karena ngerasa lambat ketika pake open SuSe maka mau gak mau saya cari lagi distro yang lain, setelah baca-baca di www.distrowatch.com dan cari-cari informasi lain diinternet akhirnya pilihan saya berikutnya adalah PCLinuxOS 2007, dari informasi yang saya dapat distro ini menduduki puncak teratas versi distrowatch.com dan pengoperasiannya tergolong mudah untuk newbie didunia linux seperti saya, apalgi dengan semboyan Radicaly Simply tampaknya distro turunan Mandriva ini memang diperuntukan bagi mereka yang baru migrasi ke linux. Tetapi ada satu hal yang masih mengganggu saya pada distro ini yaitu tidak bisa melakukan proses write pada partisi FAT32 atau NTFS, mungkin juga hal ini terjadi karena saya masih kurang begitu paham dengan linux. Selain itu sepertinya di Indonesia pengguna PCLinux OS juga tidak terlalu banyak, hal ini karena sulitnya saya untuk mendapatkan website atau milis yang membahas distro ini. Tetapi terlepas dari masalah tersebut distro ini saya katakan sudah sangat bagus dan mudah dioperasikan untuk user yang baru migrasi ke linux.
Dan akhirnya sekarang dengan munculnya Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon dengan beberapa kelebihannya maka tidak ada salahnya saya untuk mempercayakan OS pada notebook saya dengan distro linux yang satu ini.
Dimana salah satu kelebihannya dalah bisa melakukan write and delete pada partisi FAT32 dan NTFS disamping masih ada kelebihan-kelebihan yang lain.
Bahkan majalah Info Linux edisi bulan Januari 2008 menobatkan distro ini sebagai distro yang terbaik. Selain itu di Indonesia pengguna distro ini juga cukup banyak dan dukungan dari komunitas atau website yang membahas distro ini juga cukup mudah ditemukan, misalnya ubuntu-id.org dan juga planet.ubuntu-id.org dan kalau kita googlingpun akan banyak kita temukan artikel atau tutorial Ubuntu.
Terus terang bukannya saya mau promosi Ubuntu…tapi gak ada salahnya saya juga ikut nyebarin “virus” Ubuntu dan semua turunannya buat Anda semua yang katanya menjunjung tinggi HAKI…akhirnya selamat beropensourceria…!!

Komentar Terakhir