Pada suatu pagi saya sedang mencuci mobil dihalaman depan rumah saya, dan kebetulan didepan rumah saya ada sebuah sekolah dasar milik negara yang sedang beraktifitas.
Dari sebuah kelas yang ada disekolah itu terdengar suara murid-murid dengan lantang dan bersama-sama sedang menghafalkan tabel perkalian, “satu kali satu sama dengan satu, satu kali dua sama dengan dua…”, demikian suara yang muncul serentak dan monoton.
Kemudian saya teringat akan masa kecil saya beberapa puluh tahun yang lalu, ketika itu saya duduk dikelas 2 sekolah dasar, saat itu saya juga harus menghafal tabel perkalian dengan cara yang konvensional, ibu saya menulis tabel perkalian pada selembar kertas dan dengan susah payah saya harus menghafal satu persatu.
Nah..setelah sekian puluh tahun berlalu saya sempat heran juga kenapa saat ini masih ada sekolah yang mengajarkan cara menghafal tabel perkalian dengan cara yang sama dengan cara saya puluhan tahun yang lalu, bukankan sekarang sudah begitu banyak cara-cara modern untuk mengahafal perkalian dan belajar hitungan dengan mudah dan cepat.
Sebut saja ada teknik sempoa, kemudian metode kumon, dan yang lainnya.
Yang menjadi pertanyaan saya apakah metode belajar disekolah kita, terutama yang ada dipedesaan tidak mengalami pembaharuan seiring perkembangan jaman?
Mungkin hal inilah yang akhirnya membuat banyak anak-anak kita, termasuk saya dulu, menjadikan matematika dan sejenisnya sesuatu yang menakutkan.
Setelah browsing diinternet ternyata saat ini ada sebuah buku berjudul “Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian”, yang kebetulan saya kenal dengan penulisnya yaitu pak Adi Gunawan, yang mengajarkan cara belajar perkalian dan matematika dengan cara genius, berikut ini penjelasan tentang buku tersebut yang saya ambil dari web site pribadi pak Adi
Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian
Matematika adalah mata pelajaran yang membuat banyak anak tertekan, bahkan sampai anak tersebut tumbuh besar. Padahal ilmu matematika adalah ilmu dasar yang sangat penting, sangat relevan, dan berguna dalam hidup kita sehari-hari —mulai dari penambahan, pengurangan, pembagian ataupun perkalian. Sayangnya, ilmu dasar ini sering kali diajarkan secara salah kepada anak-anak sehingga membuat mereka benci terhadap matematika.
Dalam buku ini, penulis hanya membahas soal perkalian. Penguasaan tabel perkalian dasar dirasa amat penting untuk membantu anak mempelajari dan mengerjakan soal-soal matematika yang lebih rumit. Karena itu, bila cara menghapalnya saja sudah sedemikian membosankan dan sangat membebani anak, maka bisa ditebak apa yang muncul dalam pikiran anak. Anak pasti akan berpikir bahwa belajar matematika itu sangat sulit dan membosankan dan akhirnya anak tidak suka dengan pelajaran matematika. Bila anak sudah tidak suka, dia tidak mungkin bisa mempelajari matematika secara maksimal. Akibatnya, nilainya menjadi jelek dan ini akan berimbas pada mata pelajaran lainnya.
Melalui metode dalam buku ini, anak-anak bisa menguasai tabel perkalian dengan sangat cepat, menyenangkan, dan tanpa perlu bersusah payah. Anda dan anak-anak akan dibantu untuk menguasai tabel perkalian dengan cara:
* Menghancurkan mental block terhadap matematika
* Menggunakan jurus jari sakti
* Teknik sugesti.
Ok..?! sekarang gimana, apakah anak-anak kita masih akan belajar perkalian dan matematika dengan cara-cara lama yang sulit dan membosankan, apakah tidak ada keinginan dari pemerintah untuk merubah kurikulum cara belajar hitung-menghitung terutama disekolah-sekolah yang ada didaerah?
Jawabannya…kita lihat saja……”satu kali satu sama dengan satu, satu kali dua sama dengan dua…”.

6 comments
Comments feed for this article
12 Maret 2008 pada 9:20 am
oji
aloo boleh juga tuh… saya juga lg ada masalah dengan anak pertama yg duduk di kelas 2 SD.. Mengenai matematika ,perkalian. pembagian, pengurangan… tolong di kirim artikel..atau tulisan cara yg efektif dalam mempelajari matematika… tanks sebelumnya
12 Maret 2008 pada 5:34 pm
budhi
Allo juga mas Oji, mungkin mas Oji bisa cari buku yang saya tulis diposting itu, dan memang sepertinya masalah yg mas Oji hadapi juga banyak dihadapi orang tua yang lain. Waktu saya kecil dulu juga bermasalah dengan matematika kok..cuma dijaman saya dulu blm ada metode yg mutakhir buat ngatasinnya, jadi paling les sama guru.
11 Februari 2009 pada 2:16 pm
haqi
aku ingin hafal perkalian
11 Februari 2009 pada 2:19 pm
haqi
untuk aku tolong didukung ya biar kakak bisa hafal
11 Februari 2009 pada 2:31 pm
haqi
semuanya tnks you yg mau lihat kakak cating aja kesini ya:radiomdufm_1077 mhz :madu
1 April 2009 pada 12:43 pm
zakk
Memang benar banyak metode baru yang baik misalnya jarimatika dan lain-lain. Tetapi menurut saya ke depannya anak lebih baik hafal di luar kepala dalam perkalian dan pembagian, jika mereka masih menghitung perkalian dengan jari itu terlalu lama , khususnya bagi anak-anak yang dipersiapkan untuk kompetisi olimpiade matematika