You are currently browsing the daily archive for Maret 7th, 2008.
Rasanya mak nyusss…istilah yang akhir-akhir ini lagi ngetrend disekitar kita, baik itu dirumah, dimall, atau dimana saja pas kita lagi menikmati makanan. Sebuah istilah yang begitu melekat pada sosok seorang Bondan Winarno, seseoang yang awalnya berkecimpung didunia advertising dan sempat menerbitkan buku berjudul “Kiat Bisnis”. Tapi sepertinya istilah mak nyuss dan kuliner saat ini lebih melekat pada diri pak Bondan.
Sebetulnya kalo kita melihat fenomena lebih luas bukan saja istilah mak nyus saja yang ngetrend saat ini, tapi lebih dari itu hampir disemua TV swasta dinegeri ini lagi kena virus latah untuk menayangkan acara yang berbau kuliner. Baik itu yang laporan perjalanan sambil menikmati makanan disuatu daerah ataupun juga acara masak-memasak yang dilakukan oleh ahlinya, sebut saja nama Bara Patiradjawane dan Rudy Choirudin.
Memang acara kuliner bukan barang baru di TV kita tapi sepertinya disaat negeri kita situasinya sedang tidak menentu tayangan acara makan-makan ini begitu diminati oleh kebanyakan dari kita, yahh…mungkin dari pada lihat acara berita yang isinya orang demo dan kejahatan mending kita lihat makanan, biar gak bisa ngerasain secara langsung tapi setidak-tidaknya bisa membayangkan enaknya makanan yang ditayangkan…hehehe
Jadi pendek kata saat ini sepertinya makanan semacam menjadi penyeimbang terhadap suasana tidak menentu dinegeri ini. Bahkan beberapa bulan yang lalu saya sempat ketemu sama seorang kenalan yang mengajak untuk bikin website yang berisi tentang makanan, dia bilang kalau sekarang ini makanan adalah salah satu hal yang paling dicari orang…dan yang pasti sampai kapanpun makanan pasti dicari orang. Hanya saja saat ini fenomena makan diluar rumah sedang jadi salah satu kegemaran masyarakat kita, terutama masyarakat diperkotaan. Lihat saja saat ini begitu banyak bermunculan tempat makan baru, baik itu dari yang kelas kaki lima sampe yang kelas hotel berbintang.
Dan sepertinya saat ini tempat makan tersebut tidak hanya sebagai tempat pemuas rasa lapar tapi juga sebagai tempat bersosialisasi. Nah sebagai tempat bersosialisasi ini tampaknya tidak harus ditempat yang mahal atau sekelas cafe tapi bisa jadi hanya sebuah warung kaki lima dipinggir jalan. Ambil contoh di Surabaya ada sebuah warung kecil dijalan Bintoro yang berjualan kopi, nasi bungkus, kue dan makanan kecil lainnya (kalo di Jogja biasa disebut angkringan), warung ini lebih dikenal dengan warung cak Mis, yang nongkrong ditempat ini bukan hanya masyarakat kelas bawah tapi banyak diantara mereka yang bermobil, sebut saja mereka adalah para eksekutif muda yang baru pulang kantor. Masih dengan pakaian kerja yang rapi, bersepatu sopan, bau wangi, dan tanpa malu-malu mereka berbaur jadi satu diwarung tadi.
Itulah fenomena-fenomena yang terjadi saat ini dimana menikmanti makanan atau kuliner merupakan salah satu gaya hidup kita, belum lengkap rasanya hidup kita kalo belum menikmati menu makanan baru, cafe baru atau rumah makan baru yang muncul disekitar kita.
Dan tentunya apa yang saya ceritakan diatas adalah sebuah hal yang lebih positif dari pada kita jadi stress melihat korupsi yang gak ada habisnya dinegeri ini, atau lihat acara TV kita yang dipenuhi sinetron yang ceritanya gak ada ujung pangkalnya dan gak mendidik….dan yang penting mak nyussss…..selamat menikmati…hehehe

Komentar Terakhir