You are currently browsing the daily archive for Maret 5th, 2008.
8 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bekerja dibawah tekanan dengan deadline yang kadang membuat stress. 8 tahun juga bukan waktu yang singkat untuk mempelajari hal-hal baru dalam pengelolaan sebuah perusahaan. 8 tahun juga bukan waktu yang singkat untuk sebuah status sebagai karyawan.
Ya..setelah 8 tahun jungkir balik sebagai karyawan swasta dibeberapa perusahaan saya pikir sudah saatnya saya ambil keputusan untuk membangun sesuatu milik saya sendiri, yang saya kelola sendiri dan yang pasti tidak terikat pada satu aturan yang membatasi kreatifitas saya.
Memang bukannya setelah 8 tahun itu saya benar-benar siap untuk bisa mandiri dalam mengelola usaha saya sendiri, tapi setidak-tidaknya kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang.
Saya sudah menentukan jalan saya untuk menjadi seorang freelancer yang bisa menentukan harga sendiri atas jerih payah saya, bisa menentukan sendiri apa yang akan saya kerjakan dan yang pasti bisa menerima sepenuhnya imbalan atas apa yang saya kerjakan. Saya telah memilih untuk menjadi freelancer dibidang web programming, sesuai dengan bidang yang saya geluti selama menjadi karyawan.
Memang saat ini masih banyak anggapan atau penilaian miring terhadap profesi sebagai freelancer, karena orang kita menganggap freelancer cuma seperti sorang pengangguran, karena tiap harinya tidak pergi kekantor, tidak rutin berangkat pagi pulang sore, jam kerjanya gak teratur…dan banyak lagi anggpan yang kurang baik untuk profesi freelancer ini.
Tapi kini anggapan miring tersebut sekarang harus dimentahkan dan diubah, penilaian terhadap profesi yang satu ini harus segera disegarkan kembali. Coba kita baca tulisan Faif Yusuf dibukunya yang berjudul “Rahasia Jadi Entrepreneur Muda”, dibuku tersebut ada dua bab yang membahas mengenai profesi freelancer, salah satu bab itu diberi judul “Freelance: Siapa Bilang Tidak Keren!”…hmmm tertarik?
Disitu sipenulis bilang freelancer itu tidak punya kantor, tidak punya atasan, tidak punya bawahan, bebas, lepas, tapi bukan berarti tidak bisa profesional dan menghasilkan duit banyak….nah lho!!
Masih menurut buku tersebut, saat ini ada pergeseran dari corporate life ke self life, artinya apapun yang awalnya diasumsikan harus dikerjakan pada tingkat corporate (perusahaan), dalam intensitas tertentu, kini bisa dilakukan seorang individu secara mandiri. Sekarang lebih banyak orang yang mencari pekerjaan yang bisa memberi banyak keleluasaan, baik dari segi waktu, tempat, maupun prestasi. Ini didukung oleh teknologi, misalnya komputer dan internet, yang menungkinkan orang bekerja dirumah tanpa harus datang ke kantor.
Masih menurut Faif Yusuf, kebebasan tampaknya menjadi alasan utama para freelancer. Prinsipnya, work hard, plya hard. Maksudnya antara bekerja dan melakukan kesenangan atau menikmati kehidupan pribadi itu bisa seimbang. Kebebasan juga menjadi keuntungan paling jelas yang bisa diperoleh seorang freelancer. Bebas dari ikatan, rutinitas dan formalitas. Kita juga bebas mengatur sistem, strategi dan teknik kerja. Walaupun begitu kita tetap harus berpegang pada tenggat dan target yang ditentukan oleh pihak yang menggunakan jasa kita.
Jadi…siapa bilang jadi freelancer tidak keren dan tidak profesional…asal kita melakukannya dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan kerja yang tinggi, dan yang pasti kita akan menjadi direktur untuk perusahaan kita senidiri..asyik kan..;)

Komentar Terakhir