Ternyata pengaruh “virus” Ubuntu nyerang saya juga, setelah beberapa bulan lalu ganti haluan dari OS bikinan perusahaan yang berbasis di Redmond ke OS yg diprakarsai Linus Torvald. Awalnya saya pake distro Xandros tapi setelah saya baca diinternet ternyata distro ini berlicensi dan bahkan sekarang kabarnya mulai mau ngadain kerjasama sama perusahaan yang bikin OS Windows, maka saya cari distro lain yang benar-benar free dan gak ada campur tangan dari MS, maka kemudian pilihan saya jatuh pada distro dengan logo iguana hijau versi 10.2, distro ini cukup bagus tapi sayangnya di notebook saya setiap proses yang dilakukan terasa lambat.
Karena ngerasa lambat ketika pake open SuSe maka mau gak mau saya cari lagi distro yang lain, setelah baca-baca di www.distrowatch.com dan cari-cari informasi lain diinternet akhirnya pilihan saya berikutnya adalah PCLinuxOS 2007, dari informasi yang saya dapat distro ini menduduki puncak teratas versi distrowatch.com dan pengoperasiannya tergolong mudah untuk newbie didunia linux seperti saya, apalgi dengan semboyan Radicaly Simply tampaknya distro turunan Mandriva ini memang diperuntukan bagi mereka yang baru migrasi ke linux. Tetapi ada satu hal yang masih mengganggu saya pada distro ini yaitu tidak bisa melakukan proses write pada partisi FAT32 atau NTFS, mungkin juga hal ini terjadi karena saya masih kurang begitu paham dengan linux. Selain itu sepertinya di Indonesia pengguna PCLinux OS juga tidak terlalu banyak, hal ini karena sulitnya saya untuk mendapatkan website atau milis yang membahas distro ini. Tetapi terlepas dari masalah tersebut distro ini saya katakan sudah sangat bagus dan mudah dioperasikan untuk user yang baru migrasi ke linux.
Dan akhirnya sekarang dengan munculnya Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon dengan beberapa kelebihannya maka tidak ada salahnya saya untuk mempercayakan OS pada notebook saya dengan distro linux yang satu ini.
Dimana salah satu kelebihannya dalah bisa melakukan write and delete pada partisi FAT32 dan NTFS disamping masih ada kelebihan-kelebihan yang lain.
Bahkan majalah Info Linux edisi bulan Januari 2008 menobatkan distro ini sebagai distro yang terbaik. Selain itu di Indonesia pengguna distro ini juga cukup banyak dan dukungan dari komunitas atau website yang membahas distro ini juga cukup mudah ditemukan, misalnya ubuntu-id.org dan juga planet.ubuntu-id.org dan kalau kita googlingpun akan banyak kita temukan artikel atau tutorial Ubuntu.
Terus terang bukannya saya mau promosi Ubuntu…tapi gak ada salahnya saya juga ikut nyebarin “virus” Ubuntu dan semua turunannya buat Anda semua yang katanya menjunjung tinggi HAKI…akhirnya selamat beropensourceria…!!

2 comments
Comments feed for this article
14 Maret 2008 pada 12:05 am
Riza @ Solo
Selamat ya. Saya juga pake Ubuntu Gutsy Gibbon untuk server di kantor dan otak-atik Ubuntu-Kubuntu-Xubuntu di desktop komputer yang saya pake di kantor. Untuk laptop setelah bongkar pasang, lebih nyaman pake PCLinuxOS 2007.
Malah di rumah belum berani ganti ke gank linux soalnya masih mikir istri dan anak bisanya cuma pake MS. Wah kacau juga. Di sekolah anak saya diajaran MS, bisa perang nih. Harus provoke gurunya dulu kayaknya … he he he
Salam kenal
14 Maret 2008 pada 10:30 am
budhi
Salam kenal juga mas Riza. Saya sebetulnya masih newbie didunia linux setelah sekian lama nongkrong didepan “JENDELA”, habis waktu itu masih belum berani main-main sama “TUX”. Sebetulnya PCLinuxOS 2007 bagus juga, cuma akhirnya kok kepincut juga sama Gutsy Gibbon, antara lain dia sudah bisa langsung kenal sama screen notebook saya yg pake resolusi 1280×800 dan bisa write ke NTFS karena dinotebook saya pake dua OS. Sebetulnya untuk istrinya mas Riza kan bisa pake PCLinuxOS, saya pikir gak terlalu jauh bedanya sama Windows.
Sukses terus buat mas Riza…
NB: gabung TDA juga ya…;)